+ -

Pages

Jun 10, 2016

Love Letter #1

Hai, cinta
Apa kabar disana?
Apa kabar kota yang ingin sekali kau tinggalkan demi memudahkan kita bersua?
Apa dia masih saja membuatmu lelah dengan tidak adanya aku yang menyambutmu setelah kau pulang bekerja?
Apa dia masih saja membuatmu kesepian dengan tidak adanya aku disampingmu berada?

Memang belum genap sebulan yang lalu kita berjumpa
Raga mendekap tanpa jeda;
Tangan menggenggam erat mesra;
Mata memandang manja;
Bibir mengunci setiap rasa yang kita punya
Tapi mengapa rindu ini masih terasa luar biasa?
Seakan dia tak peduli pada jarak yang membentang diantara kita
Kuharap aku bisa segera,
berada di pelukanmu kapanpun aku mau, cinta

Ingatkah kau, cinta
Suatu waktu kau pernah menyatakan bahwa;
Kau tak menjanjikan tak ada air mata dalam kisah kita,
kau menginginkanku percaya;
kau slalu ada untuk menghapusnya
Tapi tahukah kau, cinta
Sejak saat itu aku tak pernah berhenti merapal mantra;
mengulang doa yang sama;
mengharap Tuhan dengar dan kabulkan semua pinta

"Jangan biarkan pria ini menitikkan air mata barang setetes saja;
apalagi jika itu karna aku yg menyakiti hatinya;
aku takkan memaafkan diriku jika aku lah penyebabnya.
Tolong buat dia selalu bahagia;
bagaimanapun caranya.
Kalaupun suatu saat dia harus berduka;
tolong biarkan aku ada untuk menemaninya;
mungkin aku tak bisa membantu apa-apa;
tak bisa mengubah keadaan hanya dengan berkata-kata;
apalagi menyelesaikan masalah beratnya;
tapi tolong Tuhan biarkan aku saja;
tempat dia mencurahkan seluruh keluh kesahnya;
membuang beragam kekhawatirannya;
melepaskan setiap amarahnya;
melupakan semua dukanya.
Maafkan aku, Tuhan, yang mungkin egois dalam meminta.
Sungguh aku tak ingin kehilangannya.
Buat dia jadi milikku saja,
karena, Tuhan, aku ingin menjalani sisa hidup ini hanya bersamanya"
5 fika's scratches: Love Letter #1 Hai, cinta Apa kabar disana? Apa kabar kota yang ingin sekali kau tinggalkan demi memudahkan kita bersua? Apa dia masih saja membuatmu le...
< >