+ -

Pages

Apr 15, 2017

2017 and where my stories lead me to...

Sudah berulang kali sebelumnya ku temui. Pria-pria yang bisa buatku jatuh hati. Tapi hidup tak selalu indah seperti dongeng ibu peri. Dimana ketika kau berfikir dialah yang terakhir kau cari. Tak ada lagi yang dapat memisahkan sampai nanti.

Ceritaku tentu berbeda. Karena ketika ku rasa sudah temui cinta yang kupuja. Yang tak pernah sekalipun lupa kuselipkan namanya dalam doa. Tapi ternyata semuanya berakhir begitu saja. Tanpa penjelasan apa-apa. Dan ku harus rela.

Tapi setelahnya. Ku tak pernah menyangka ku kan bertemu seseorang yang tak terduga. Yang hanya ingin segera mencari pendamping hidup yang setia. Dan tak butuh waktu lama hingga. Ku sadar akupun juga.

Tak pernah mengungkapkan bahwa dia suka. Tapi hanya mengajak untuk hidup bersama. Semua akan bisa diperjuangkan katanya. Toh dia sudah mapan dalam segala hal rasanya. Mapan finansial; mapan untuk mengendalikan emosi; dan mapan dalam berfikir itu yang kusuka. Jadi, buat apa lama-lama tanyanya?

Awal tahun 2017 merupakan langkah awal kami berdua. Mengungkapkan apa yang ingin kami jalani bersama. Membina rumah tangga itu yang utama..

Walau bertemu dengannya selalu membutuhkan jeda. Tapi rasanya aku lega. Membayangkan dia akan jadi milikku satu-satunya selamanya. Sudah cukup buatku bahagia. Walau rasa rindu selalu mendera. Ketika kurasa sepi tanpa adanya dirinya..

Jadi. 2017 adalah saat ku berhenti mencari. Saat ku kembali percaya bahwa cerita dongeng itu nyata terbukti. Karena tlah kutemukan seorang pria yang menarik hati. Hingga ku tak ingin lalui waktu tanpanya barang sehari. Janjinya pun sudah terpatri. Ingin arungi bersama kehidupan ini sampai mati..


"Indeed, with hardship [will be] ease"






EPILOG
--counting down the days--
👱🏻‍♀️'koq kita nikahnya masi lama sih mas?'
👱🏻'kan gara-gara adek juga'
👱🏻‍♀️'iyasiihh...'
5 fika's scratches: 2017 and where my stories lead me to... Sudah berulang kali sebelumnya ku temui. Pria-pria yang bisa buatku jatuh hati. Tapi hidup tak selalu indah seperti dongeng ibu peri. Dimana...
< >